![]() |
Kitab Dalail al-Khairat. |
Kitab Dalail al-Khairat berisi kumpulan doa, shalawat, dan hizib yang dihaturkan kepada Nabi Muhammad Saw., yang meliputi gambaran tentang fisiknya, akhlaknya, mukjizatnya, makamnya, nama-nama dan gelar kehormatannya, anjuran dan sekaligus manfaat bershalawat kepadanya, dan sejumlah pengagungan lainnya.
Secara harfiah, dalail bentuk jamak dari dalil berarti bukti atau petunjuk, sedangkan al-khairat, jamak dari khair adalah kebaikan. Dalail al-Khairat berarti “petunjuk-petunjuk selaksa kebaikan”. Sebagian ulama menafsirkan “selaksa kebaikan” itu adalah syafaat Nabi, baik di dunia maupun di akhirat. Dalail al-Khairat berarti “petunjuk memperoleh syafaat”.
Dalail al-Khairat disusun oleh Imam Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli, seorang sufi, wali, dan ulama terkemuka, berasal dari suku Jazulah, Barber, Maroko Selatan. Sejak kecil beliau sudah belajar al-Qur’an dan keilmuan Islam lainnya. Kemudian beliau berangkat ke Fez untuk memperdalam pengetahuan Islam lebih luas di mana beliau menguasai empat jilid kitab Mudawwana karya Imam Malik. Di kota ini pula beliau menyusun Dalail al-Khairat. Al-Jazuli wafat pada 16 Rabi’ul Awwal 870H/1465H dan dimakamkan di Sus al-Aqsa. Sekitar 77 tahun kemudian, makamnya dipindahkan ke Marakesy dan hingga kini menjadi situs ziarah yang ramai dan penting.
Bagian awal dari Dalail al-Khairat berisi penjelasan tentang keutamaan bershalawat kepada Nabi Muhammad. Penyusun mengemukakan sejumlah dalil al-Qur’an dan hadits. Selanjutnya, dikemukakan hizib-hizib yang penting dibaca dan diamalkan sejak hari Senin hingga Ahad.
Dalail al-Khairat merupakan bacaan spiritual yang penting di kalangan umat Islam di Nusantara, tak terkecuali juga masyarakat Nahdliyin. Kitab ini bisa dibaca bersama-sama, dipimpin seorang imam, dan bisa juga dibaca secara sendirian sebagai amalan, dzikir, dan ibadah sehari-hari, misalnya sehabis shalat Maghrib. Di beberapa daerah, ia menjadi amal ibadah yang dibaca bersama-sama dalam pertemuan rutin ibu-ibu atau bapak-bapak sebagaimana bacaan tahlil. Popularitas Dalail al-Khairat juga bisa dilihat dari adanya perlombaan pembacaannya di sejumlah daerah. Ia menjadi bagian dari ibadah karena bershalawat merupakan upaya ber-taqarrub kepada Allah.
Di beberapa daerah tertentu, terdapat jamaah-jamaah pembaca Dalail al-Khairat. Jamaah ini biasanya dipimpin seorang mujiz (pembimbing) dan mereka mengamalkan pembacaan Dalail al-Khairat secara rutin dan tertib. Selain itu, jamaah ini juga mengamalkan puasa Dalail al-Khairat selama 1, 2, 3, 6, atau 9 tahun yang dilakukan terus-menerus. Puasa ini bertujuan untuk mendapat karamah seperti kekuatan batin, rezeki yang lancar, sabar, dan lainnya. Pantangannya, selama hidup tidak boleh berzina, mabuk, mencuri, berjudi, sombong, dan keburukan lainnya.