Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan. Tampilkan semua postingan

25/10/25

Memperingati Hari Santri, NU Ranting Maguwoharjo Memberikan Bisyaroh kepada Para Guru Ngaji se-Maguwoharjo

Hani Rochmanudin, ST., M.Si.,
Ketua NU-Care LAZISNU Sleman.

Sebagai bentuk perhatian kepada para guru ngaji, NU Ranting Maguwoharjo, pada peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 ini, memberikan bisyaroh kepada 164 Guru Ngaji/Ustadz/Ustadzah Madin/TPQ/TPA se-Maguwoharjo.

Hadir pada kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (25/10) di Aula PP Diponegoro ini Bpk. Hani Rochmanudin, ST., M.Si., Ketua NU Care LAZISNU Sleman, sebagai pembicara utama yang memberikan motivasi agar semakin bersemangat berkhidmah di Nahdlatul Ulama. Kunci utamanya adalah hati yang ikhlas hanya karena mengharap ridha Allah Ta’ala dan melakukan segala kegiatan khidmah dengan senang hati.

H. Muh. Fauzi, SHI., Ketua Tanfidziyah Ranting NU Maguwoharjo, menyampaikan sambutan.

Ketua Tanfidziyah Ranting NU Maguwoharjo, H. Muh. Fauzi, SHI, dalam sambutannya menyampaikan banyak sekali manfaat dari kotak KOIN NU, di antaranya memberikan perhatian kepada para guru ngaji pada peringatan Hari Santri tahun ini. Pak Fauzi juga mengucapkan banyak terima kasih kepada para pemegang kotak KOIN NU, para Petugas Lapangan, dan para dermawan.

H. Masyhur Amin, Ketua Tanfidziyah MWC NU Depok.

Sedangkan Ketua Tanfidziyah MWC NU Depok, H. Masyhur Amin, menyampaikan selamat kepada Pengurus Ranting NU Maguwoharjo, yang telah memberikan perhatian kepada guru ngaji se-Maguwoharjo. Program kegiatan yang sangat bermanfaat dan langsung menyentuh riil di masyarakat ini perlu ditiru oleh Pengurus Ranting NU Caturtunggal dan Condongcatur.

Kyai Alwi Fuadi, memimpin pembacaan tahlil.
Mengumandangkan lagu Indonesia Raya.
Para guru ngaji/ustadz/ustadzah se-Maguwoharjo.
Penyampaian bisyaroh secara simbolis.
Terima kasih kepada Kang Agus, driver ambulans gratis MWC NU Depok.
Romo KH. M. Syakir Ali, sebelum memimpin doa, menyampaikan pesan-pesan penting.

Acara berlangsung hingga menjelang dzuhur dan ditutup dengan doa oleh Bpk. KH. M. Syakir Ali, Pengasuh PP Diponegoro. Semoga NU Ranting Maguwoharjo semakin banyak program yang membawa manfaat, khususnya bagi warga NU di Maguwoharjo, dan masyarakat secara luas. Aamiin.

22/10/24

Amanat Pembina Upacara Hari Santri Nasional 2024 - Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan

H. Muh. Fauzi, SHI, Ketua Tanfidziyah NU Ranting
Maguwoharjo, menyampaikan amanat pembina upacara
di lapangan MI Al-Huda, Karangnongko.

Peran para santri dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia tertoreh dalam sejarah negeri ini. Tidak sedikit para kiai yang terjun lansung di tengah kancah pertempuran. Hadratus Syaikh KH. Hasyim Hasy’ari dengan Resolusi Jihad membakar semangat para pejuang kemerdekaan. Para santri dan kiai menjadi garda terdepan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Masih terekam dengan jelas dalam sejarah peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. Para santri se-Jawa dan Madura dipimpin oleh para kiai, di antaranya Mbah Kiai Abas Buntet Cirebon, Mbah Wahab Hasbullah Jombang, Mbah Kiai Mahrus Ali Lirboyo, meluluhlantakkan penjajah yang ingin menguasai kembali Indonesia. Tidak hanya di Surabaya, pertempuran juga terjadi di Jawa Tengah, para santri yang tergabung dalam Laskar Hisbullah, baku tempur di Srondol Semarang dan Ambarawa. Dalam pertempuran di Semarang ini juga dikirim pasukan Hisbullah dari Yogyakarta.

Hari ini, 22 Oktober 2024, tentu saja semangat juang itu tak boleh padam. Bila pada tahun 1945 perjuangan merebut kemerdekaan, kini yang mesti dan terus kita lakukan adalah perjuangan dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan. Para santri mesti berperan aktif dalam negeri tercinta Republik Indonesia ini. Jangan sampai negeri ini justru diwarnai oleh-oleh orang-orang yang anti persatuan, tidak mau tahu terhadap kenyataan bhineka tunggal ika, masa bodoh terhadap toleransi dan kehidupan bersama, apalagi orang-orang yang berjiwa kekerasan.

Kehidupan yang damai harus dijaga di negeri ini. Agar pembangunan di segala bidang dapat terus dilakukan. Kepedulian para santri terhadap negeri ini adalah bagian dari hubbul wathan minal iman. Mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Inilah di antara mutiara yang terus disematkan di dada para santri, seluruh warga Nahdlatul Ulama, oleh para kiai panutan kita. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW, betapa sangat mencintai tanah airnya, Makkah dan Madinah. Beliau SAW pernah berdoa, “Allahumma habbib ilainal madinata, kahubbina makkata au asyaddan. Ya Allah jadikanlah kami cinta terhadap Madinah sebagaimana kami cinta kepada Makkah atau bahkan lebih dari itu.”

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mencintai tanah air. Mari kita semua ikut berperan aktif, sesuai bidang dan kemampuan masing-masing, dalam mengisi kemerdekaan di negeri tercinta ini. Semoga kita semua senantiasa dalam pertolongan Allah SWT. Dikarunia para pemimpin yang patuh kepada Allah Ta’ala, bekerja dengan baik untuk negara dan rakyatnya. Semoga negeri kita adalah negeri yang sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Allaahumma aamiin.

11/06/24

Bagaimana Hukum Makam Tumpuk? Hasil Bahtsul Masail Diniyah Anak Ranting NU Singosutan Maguwoharjo

Pertanyaan:
Bagaimana hukum makam tumpuk?

Deskripsi masalah: Di kampung Simgosutan, Maguwoharjo, Depok, Sleman, masyarakatnya yang meninggal dikuburkan di dua area pemakaman, yaitu Pemakaman Sembego  dan  Pemakaman  Pasekan.  Untuk kedua  pemakaman ini sebetulnya sudah penuh, hanya saja Pasekan ada penambahan/perluasan dan juga ada area khusus untuk non-muslim. Dikarenakan pemakaman yang sudah penuh, sering sekali ketika menggali makam ditemukan tulang belulang jenazah yang sudah dikuburkan sebelumnya. Dengan demikian, bisa saja tulang itu memang berasal dari tanah yang baru digali, artinya makam baru digali persis di makam lama, atau juga bisa tulang itu berasal dari makam yang ada di sebelah makam baru yang sedang digali.


Peserta Bahtsul Masail:

  1. Dr. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag. (Wakil Ketua PCNU Sleman/Komisi Fatwa MUI Kab. Sleman)
  2. Dr. Saifuddin, SHI., MSI. (Wakil Sekretaris PCNU Sleman/Sekretaris MUI Kab. Sleman)
  3. Drs. KH. Makin Suhadak (Rois Syuriyah Ranting NU Maguwoharjo)
  4. H. Moh. Fauzi, SHI. (Ketua Tanfidziyah Ranting NU Maguwoharjo)
  5. H. Moh. Sakdun (Pengurus Ranting NU Maguwoharjo)
  6. K. Moh. Tamyiz (Pengurus Ranting NU Maguwoharjo)
  7. Dr. Akmaluddin (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan/pakar tafsir)
  8. Fathoni (Ketua Takmir Masjid Baiturrahman Singosutan)
  9. Muhzan  (Ust  Madrasah  Diniyah  Jagat  Lintang  Songo  Anak  Ranting  NU Singosutan)
  10. Sukatno, Amd. (Ketua Tanfidhiyah Anak Ranting NU Singosutan)
  11. Khoirozi (Sekretaris Tanfidhiyah Anak Ranting NU Singosutan)
  12. H. Sugirin (Kaum Singosutan)
  13. Supardi (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  14. Sugiman (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  15. Sabar (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  16. Muchdi (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  17. Amin (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  18. Nur Haryanto (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  19. Hidayat, S.Kom. (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  20. Pak RW (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  21. H. Sambung Bukhori (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  22. Novi Iskandar (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  23. Turdi (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  24. Dwi Marwanto (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  25. Antok (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)
  26. Ressa (Pengurus Anak Ranting NU Singosutan)

Hasil/Kesimpulan Bahtsul Masail Diniyah:

Hukumnya tidak boleh mengumpulkan beberapa jenazah dalam satu liang lahat, kecuali karena darurat dan hajat. Hal ini sebagaimana dijelaskan di dalam kitab Majmu’ Syarh Muhadzdzab

وعقبه بقوله: وعبارة الأكثرين ولا يدفن اثنان في قبر، ونازع في التحريم السبكي، (إلا لحاجة) أي الضرورة كما في كلام الشيخين كأن كثر الموتى وعسر إفراد كل ميت بقبر فيجمع بين الاثنين والثلاثة والاكثر في قبر بحسب الضرورة


Hal yang sama dikemukakan di dalam kitab Al-Iqna’ li Abi Syujak

(ولا يدفن اثنان) ابتداء (في قبر واحد) بل يفرد كل ميت بقبر حالة الاختيار للاتباع، فلو جمع اثنان في قبر واتحد الجنس كرجلين أو امرأتين كره عند الماوردي وحرم عند السرخسي، ونقله عنه النووي في مجموعه مقتصرا عليه

Darurat seperti karena banyaknya orang yang mati karena akibat perang atau bencana alam seperti gempa. Hajat contohnya karena keterbatasan lahan atau area pemakaman. Masuk dalam kategori hajat adalah karena kesulitan (‘usyr) contohnya karena tidak bisa membayar sewa/beli makam.

(قَوْلُهُ قَبْلَ بِلَى جَمِيعِهِ) أَفْهَمَ جَوَازُ النَّبْشِ بَعْدَ بِلَى جَمِيعِهِ وَيُسْتَثْنَى قَبْرُ عَالِمٍ مَشْهُورٍ أَوْ وَلِيٍّ مَشْهُورٍ فَيُمْتَنَعُ نَبْشُهُ مُطْلَقًا م ر (قَوْلُهُ بِأَنْ كَثُرَ الْمَوْتَى) يَنْبَغِي الِاكْتِفَاءُ بِالْعُسْرِ وَإِنْ لَمْ يَكْثُرْ الْمَوْتَى وَأَنْ  يَكُونَ مِنْ الْعُسْرِ مَا لَوْ كَانَ لَوْ أُفْرِدَ كُلُّ مَيِّتٍ بِقَبْرٍ تَبَاعَدَتْ قُبُورُهُمْ بِحَيْثُ تَشُقُّ زِيَارَتُهُمْ بِأَنْ لَمْ يَتَيَسَّرْ مَوَاضِعُ مُتَقَارِبَةٌ (قَوْلُهُ وَيُجْعَلُ بَيْنَهُمَا حَاجِزُ تُرَابٍ) كَيْفَ يَتَأَتَّى فِي صُورَةِ الْكَفَنِ الْوَاحِدِ (قَوْلُهُ بِمَا يُقَدَّمُ بِهِ فِي الْإِمَامَةِ) كَانَ الْمُرَادُ مَا يُقَدَّمُ بِهِ الْإِمَامُ الْمَذْكُورُ فِي شَرْحِ قَوْلِ الْمُصَنِّفِ السَّابِقِ وَتَجُوزُ عَلَى الْجَنَائِزِ صَلَاةٌ وَيُؤَيِّدُهُ قَوْلُ الرَّافِعِيِّ فَيُقَدَّمُ الرَّجُلُ ثُمَّ الصَّبِيُّ ثُمَّ الْخُنْثَى ثُمَّ الْمَرْأَةُ فَلْيُحَرَّرْ فَإِنَّ ظَاهِرَ الْعِبَارَةِ خِلَافُ ذَلِكَ اهـ

حاشية الإمام أحمد بن قاسم العبادي على تحفة المحتاج في شرح المنهاج لابن حجر الهيتمي، المكتبة التجارية : 1357 هـ - 1983 م، ج 3 ص 173-174

Khusus area pemakaman Sembego, praktik penguburan di tempat tersebut masuk dalam kategori hajat. Artinya, praktik selama ini masih diperbolehkan berjalan seperti biasa meskipun sering ditemukan tulang di tanah yang sedang digali. Namun, kondisi ini tidak boleh berlangsung secara terus-menerus, tetapi hanya untuk sementara sampai ada perluasan atau penambahan area pemakaman.

Referensi/Rujukan Kitab kuning:

  1. Fathul Qorib halaman 21
  2. Fathul Mu’in halaman 45
  3. ‘Ianatuth Thalibin
  4. Al-Iqna’ li Abi Syujak
  5. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu
  6. Nihayatul Muhtaj ila Syarh al-Minhaj
  7. Tuhfatul Muhtaj fi Syarh al-Minhaj.


Rekomendasi Bahtsul Masail Diniyah:

  1. Kepada  pemerintah  daerah  khususnya  Kalurahan  Maguwoharjo, Depok, Sleman, DIY wajib hukumnya mengusahakan perluasan atau penambahan area pemakaman agar jenazah bisa dikuburkan secara layak dan baik (ikraman li al mauta) serta anak keturunan/ahli waris masih bisa melihat atau menemukan kuburan keluarganya yang sudah meninggal.
  2. Kepada masyarakat Muslim di Maguwo dan Singosutan khususnya harus berusaha untuk mengadakan Kompleks Pemakaman Muslim melalui program wakaf.

Demikian hasil Bahtsul Masail Diniyah ini semoga bermanfaat dan menjadi pijakan bagi kaum muslimin, khususnya warga nahdliyyin di Singosutan dan Maguwoharjo, serta harapannya bisa didengar oleh pemerintah Kalurahan Maguwoharjo.

Kantor Anak Ranting NU Singosutan, Maguwoharjo, 1 Juni 2024.


Pimpinan Bahtsul Masail Diniyah:                                          Mushohhih:

Dr. Saifuddin, SHI., MSI., CM., CWC.                   Dr. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag.